6 Spot Foto di Puncak Wanagiri Bali Ini Bisa Buat Kamu Merasa Melayang

  • Admin Sukasada
  • 21 September 2018
  • Dibaca: 27 Pengunjung

Puncak Wanagiri di Buleleng, Bali kini semakin dikenal sebagai lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Lokasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Berada di dataran tinggi, pengunjung bisa menikmati panorama Danau Buyan dan Danau Tamblingan dengan hutan-hutan di sekelilingnya dari pinggir jalan desa yang berada di atas dua danau kembar itu. Di sepanjang jalan itu juga terdapat deretan warung-warung unik dan berbagai spot foto unik.

Dari situ, pengunjung selain dapat menikmati panorama alam yang sejuk, juga dapat bersantai di warung sembari berswafoto. Lokasinya tidak sulit dijangkau. Dari Puncak Wanagiri di Jalan Denpasar-Singaraja, atau sekitar lima kilometer dari Danau Beratan (Bedugul) Tabanan ada petigaan jalan naik ke arah Danau Tamblingan, di sepanjang jalan itulah lokasinya.

“Dari Singaraja sama teman-teman kesini mainan mumpung hari Minggu libur. Pemandangannya bagus buat foto, saya tahunya dari teman dapat lihat di instagram,” ujar Ni Putu Ayu Wulandari (19) yang datang bersama tiga temannya dari Kota Singaraja.

Sejak sekitar setahun lalu lokasi ini banyak berdiri bangunan ramah lingkungan dari bambu untuk warung-warung. Beberapa di antaranya sengaja dibuat cukup unik dengan bentuk perahu, kupu-kupu sampai sarang telur. Berada di dataran tinggi, lokasi ini cukup menarik untuk dijadikan latar berfoto. Dari sekian banyak spot foto, sedikitnya ada enam spot yang sering dijadikan lokasi foto pengunjung. Saat berfoto di spot ini kita seakan merasakan sensasi melayang karena berada di atas ketinggian.

Selain itu, tidak jarang pengendara yang melintas jalur Denpasar-Singaraja mampir untuk sekadar beristirahat melepas penat menikmati makanan dan minuman sembari menikmati panorama alam. Sebab kini sudah banyak warung-warung bambu di pinggir jalan menyajikan beragam menu makanan dan minuman.

Warung-warung ini dibangun masyarakat sekitar dengan membentuk kelompok-kelompok pedagang. Dengan seperti ini, perekonomian masyarakat menjadi lebih hidup. Karena sebelumnya lokasi ini tidak terawat dan sering pula dijadikan lokasi pembuangan mayat.

“Kita coba buat tempat singgah untuk istirahat sambil mengembangkan pariwisata di Buleleng, pas lewat bisa menikmati keindahan alam. Bisa istirahat foto-foto sambil istri saya punya warung, minum kopi bisa sambil di sini,” ucap Ketut Ardika, seorang anggota kelompok yang mengelola warung perahu.

Keberadaan warung-warung bambu di pinggir jalan ini dikelola oleh Desa Pakraman Wanagiri dengan membuat tiga kelompok pedagang setelah diberikan kebijakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pengelola lahan tersebut. Kebijakan ini diberikan dengan sejumlah syarat setelah masyarakat sekitar melalui Desa Pakraman mengajukan permohonan untuk pengelolaannya.

“Setelah diberikan kebijakan kita awali kegiatan dengan tanam kayu di selatan dan tanam bunga. Permohonan masyarakat untuk tempat parkir dagang saya koordinasi dengan BKSDA diberikan kebijakan untuk pengelolaannya ke Desa Pakraman. Ada aturan di mana boleh dan tidak boleh, penebangan kayu tidak boleh sama sekali, penyenderan pakai beton tidak boleh,” kata Kelian Desa Pakraman Wanagiri, Dewa Made Kerta.

Syarat yang harus dipenuhi adalah pembangunan warung-warung itu harus menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Pedagang dilarang keras menggunakan beton karena lokasi itu termasuk kawasan konservasi alam. Menurut Kerta, warung yang dibangun juga harus bercirikan adat Bali. Saat hari raya Galungan dan Kuningan, pedagang diharuskan memasang penjor dan pedagang harus menggunakan pakaian adat Bali saat melayani pengunjung

1. PERAHU TITANIC

Di Puncak Wanagiri, kita bisa berfoto di spot berbentuk perahu yang terbuat dari batang bambu-bambu dengan latar panorama Danau Buyan di bawahnya. Spot foto ini sering disebut Perahu Titanic. Kalau sedang ramai, kita harus bersabar antre untuk bergantian foto di atasnya dengan pengunjung lain. Kita hanya diwajibkan membayar iuran sukarela ketika ingin foto di perahu ini untuk biaya perawatan agar tidak roboh saat digunakan berfoto dan untuk pemasukan kas desa adat.

2. PERAHU TITANIC

Di Puncak Wanagiri kita juga bisa main ayunan yang tergantung di atas pohon besar jauh di atas Danau Buyan. Sensasinya pastinya lain dibanding main ayunan biasa. Meskipun ayunan ini cukup tinggi tidak perlu khawatir jatuh dan nyemplung ke danau karena sudah dilengkapi pengaman di bawahnya, asal tidak berlebihan saja mainnya.

3. SARANG TELUR

Hmmm.. Gede banget ya sarang telurnya, kira-kira sarang telur apa ya? Sarang ini bisa dipakai swafoto karena telurnya sudah tidak ada entah kemana? Sarang ini juga berada di Puncak Wanagiri, di atas danau.. Sensasinya yang pasti seru juga berfoto di sarang ini, sembari menikmati udara dingin perbukitan, apalagi kalau sudah berkabut, pasti tambah dingin banget.

4. KUPU-KUPU

Kupu-kupu ini juga bisa diajak berswafoto. Sambil di sekelilingnya panorama pepohonan seakan kita merasakan diajak terbang bersama kupu-kupu berkeliling hutan mencari madu.

5. SARANGHEO

Kalau yang sarangnya juga tidak kalah gede, menggantung di atas pohon. Kita bisa berfoto di dalamnya sembari bergelayutan. Ada yang menyebutnya sarangheo karena saking gedenya.

6. AIR TERJUN CINTA

Air Terjun Cinta ini masih berlokasi di Puncak Wanagiri. Kita bisa berfoto di atas pijakan bambu berbentuk hati dengan latar air terjun. Konon kalau pernah berfoto di sini akan menjadi orang yang penuh cinta kasih dan dijauhkan dari musibah putus cinta.

Sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/lugas-wicaksono-1/6-spot-foto-di-puncak-wanagiri-bali-ini-bisa-buat-kamu-merasa-melayang-c1c2/full

Share Post :