Rencana & Strategi

  • Admin Bulelengkab
  • 29 Pebruari 2016
  • Dibaca: 2507 Pengunjung

Isu Strategis



1. Rencana Kerja

Sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diamanatkan bahwa setiap SKPD diwajibkan menyusun suatu Perencanaan Pembangunan baik bersifat jangka panjang, jangka menengah maupun pembangunan jangka pendek.

Pemerintah Kecamatan yang merupakan perangkat daerah seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan, berkewajiban juga untuk menyusun suatu Perencanaan Pembangunan Kecamatan melalui Musrenbang Kecamatan dimana pada pelaksanaan kegiatan tersebut  dibahas berbagai jenis usulan kegiatan dengan instansi kecamatan dan desa sehingga melalui musyawarah tersebut diharapkan memperoleh suatu usulan perencanaan pembangunan yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan sehingga diharapkan dapat memecahkan permasalahan.

Rencana Kerja Kecamatan adalah merupakan suatu dokumen perencanaan tahunan kecamatan yang memuat tentang kondisi umum kecamatan, prioritas pembangunan, sasaran pembangunan, dan kebijakan serta program/kegiatan berikut pembiayaannya. Disamping itu Rencana Kerja ( Renja ) Kecamatan disusun berdasarkan aspirasi dari masyarakat melalui Musrenbang Kecamatan yang merupakan suatu bentuk penyusunan perencanaan Pembangunan dari bawah (Buttom Up).

 

2. Isu Strategis

a.      Bencana Alam

Sehubungan dengan situasi dan kondisi alam yang kurang menentu akhir-akhir ini serta banyaknya terjadi musibah bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng khususnya di wilayah Kecamatan Sukasada, secara langsung berdampak sangat luas terhadap proses pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sukasada.

Adanya musibah bencana alam seperti tanah longsor, dirasakan sangat menghambat aktivitas-aktivitas pembangunan yang telah direncanakan. Di samping itu, adanya musibah bencana alam juga mengakibatkan banyak fasilitas umum seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, fasilitas pendidikan dan lahan pertanian/ perkebunan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga berpengaruh juga terhadap roda perekonomian masyarakat.

Bencana tersebut mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan upaya-upaya penanganan secara khusus sehingga upaya penanggulangan penanganan bencana dapat berjalan secara optimal. Penanganan bencana yang selama ini masih dianggap sebagai urusan pemerintah saja perlu ditangani secara terpadu dan tidak bersifat sektoral dengan mempertimbangkan dan memperhitungkan semua aspek penanganan bencana, dimulai dari kebijakan, kelembagaan, koordinasi dan mekanisme pencegahan dan penanggulangannya harus diorientasikan sedemikan rupa sehingga dapat memacu adanya peran serta masyarakat secara maksimal.

b.     Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi yang dimaksud di sini adalah pembangunan ekonomi dalam arti luas, antara lain meliputi : bidang pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata dan industri kerajinan rakyat. Dari 14 Desa dan 1 Kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Sukasada, sebagian besar memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan potensi di bidang pariwisata, sebagian besar dimiliki oleh desa-desa seperti Desa Pancasari,Desa Wanagiri,Desa Gitgit,Desa Sambangan,Desa Kayu Putih,Desa Selat,Desa Ambengan dan Desa Panji.Selain Itu bidang industri kerajinan banyak tersebar hampir di seluruh desa di kecamatan Sukasada.

Potensi-potensi dimaksud akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Di samping itu pula, pembinaan dan pengawasan dari pemerintah memegang peranan yang sangat penting, misalnya dengan memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan, Pelatihan Teknologi Tepat Guna, dengan memperhatikan ketersediaan sarana produksi (seperti pupuk, bibit, pestisida dan lain-lainnya), memperhatikan kesesuaian harga jual produksi pertanian dengan biaya produksinya, membuka peluang akses pemasaran dan lain sebagainya.

c.      Kemiskinan

Kemiskinanmerupakan masalah yang sangat kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain : kesehatan, pendidikan, tingkat pendapatan, letak geografis, akses terhadap barang dan jasa dan kondisi lingkungan.. Oleh karena penduduk yang masuk dalam kelompok tersebut, pada umumnya memiliki keterbatasan pada faktor produksi (teknologi, permodalan, akses pasar), sehingga akses terhadap kegiatan ekonomi mengalami hambatan. Akibatnya produktivitas masyarakat menjadi rendah, yang pada gilirannya berpengaruh pada pendapatan yang diterima yaitu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti kebutuhan pangan, sandang dan papan. Tidak hanya berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan dasar saja tetapi berpengaruh juga pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Masyarakat miskin dengan keterbatasan modal dan kurangnya keterampilan maupun pengetahuan, hanya memiliki sedikit pilihan pekerjaan yang layak dan terbatasnya peluang untuk mengembangkan usaha. Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan  yang bersifat multi dimensi. Upaya pananggulangan kemiskinan tersebut perlu difokuskan pada :

1.   Perluasan akses masyarakat miskin terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar dan kesempatan memperoleh pekerjaan dan berusaha.

2.   Penciptaan kesempatan usaha bagi masyarakat miskin yang bersifat pemberdayaan  dan peningkatan kemampuan serta memberi perlindungan sosial, untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat miskin agar masyarakat miskin lebih berkesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya dengan diperluasnya permodalan serta akses terhadap sarana dan prasarana produksi serta bantuan teknis yang dibutuhkan bagi para pelaku usaha mikro maupun mayarakat miskin.

Dengan upaya penanggulangan kemiskinan sebagaimana tersebut di atas, diharapkan angka kemiskinan yang ada dapat ditekan setiap tahunnya. Hal ini tentunya merupakan pekerjaan yang sangat berat dan perlu adanya penanganan kita bersama dan perlu dilakukan secara berkesinambungan.

d.     Kesehatan

Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai investasi untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan  ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

   Dalam rangka menambah cakupan pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan, perlu adanya peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. Di samping itu pula masih perlu adanya peningkatan anggaran untuk operasional kegiatan rutin puskesmas dan penambahan tenaga dokter dan paramedis serta pembinaan untuk kader-kader posyandu di tingkat desa.

 

 

e.      Pendidikan

Pendidikan juga merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bahkan kinerja pendidikan yaitu Angka Melek Huruf digunakan sebagai variabel dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bersama-sama dengan variabel kesehatan dan ekonomi.

Pendidikan harus dipandang sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan, peningkatan keadilan dan kesetaraan gender, pemahaman nilai-nilai budaya serta peningkatan keadilan. Oleh karena itu perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pensertifikatan tanah-tanah tempat bangunan sekolah serta penempatan tenaga pendidik/ guru sangat perlu untuk diperhatikan.

f.        Peningkatan Kapasitas Aparatur

Sumber Daya Manusia Aparatur yang ada di Pemerintah Kecamatan maupun di Desa masih perlu ditingkatkan baik dari segi kompetensi maupun integritas, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal menuju pada pelayanan prima. Peningkatan kapasitas SDM aparatur juga sangat penting dilakukan untuk menyikapi ketentuan peraturan perundang-undangan yang dinamis, perubahan paradigma pelayanan dan perkembangan tuntutan kehidupan masyarakat yang sangat pesat. Sehingga dengan adanya peningkatan SDM aparatur diharapkan mampu meningkatkan kinerja birokrasi menuju terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

 

g.     Infrastruktur Wilayah

Dalam Rangka memperlancar arus transportasi untk menunjang kegiatan ekonomi produktif masyarakat pedesaan di Kecamatan Sukasada perlu adanya pembukaan akses jalan yang lebih pendek sebagai jalan poros tengah penghubung antar desa juga perbaikan kualitas jal;an yang sudah ada.

Share Post :